Bunda PAUD Lumajang : Ajarkan Kemandirian Pada Peserta Didik

135
0
Bunda PAUD Kabupaten Lumajang, Hj. Musfarinah Nuryatin, M.Pd. Foto-PedomanIndonesia.com

LUMAJANG – Bunda PAUD Kabupaten Lumajang, Hj. Musfarinah Nuryatin, M.Pd, menggelar rapat HIMPAUDI Kecamatan Randuagung, bertempat di PAUD Andira, Desa Ranulogong, Kecamatan Randuagung, Lumajang, Jawa Timur. Jum’at (5/4/2019).

Dalam acara itu, Bunda PAUD menyampaikan, saat kegiatan Rakornas pemantapan Bunda PAUD, beberapa waktu lalu, ada dua hal yang menjadi fokus perhatian, yaitu stunting dan penggunaan limbah plastik.

Kedua hal tersebut merupakan permasalahan yang harus menjadi perhatian para orang tua menjaga tumbuh kembang anak.

Bunda PAUD juga meminta agar para guru PAUD mengajarkan kemandirian kepada para peserta didik. Menurutnya, usia dini merupakan bagian yang penting dalam era pendidikan karakter anak,

“Pendidikan anak usia dini menjadi bagian yang harus difokuskan karena anak-anak adalah tabungan saat ini,” ujarnya.

Selain itu, Bunda PAUD meminta agar para guru memberikan pemahaman bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab guru atau lembaga, tapi juga tanggung jawab orang tua.

“Anak itu tidak melulu tanggung jawab guru, anak itu tidak melulu tanggung jawab lembaga, ibu guru harus bersinergi dengan para orang tua,” pungkasnya.

Perwakilan UPT. Pendidikan Kecamatan Randuagung, Abdul, berharap hadirnya Bunda PAUD Kabupaten Lumajang dalam rapat tersebut dapat berdampak pada masa depan para guru PAUD yang belum mendapatkan honor daerah.

Saat ini, ada sekitar 12 guru PAUD dari 55 Guru PAUD di Kecamatan Randuagung yang belum mendapatkan honor daerah/ non Nip.

Usai melaksanakan kegiatan tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Lumajang, Hj. Musfarinah Nuryatin, M.Pd., melanjutkan kegiatan rapat HIMPAUDI se-Kecamatan Ranuyoso, bertempat di Desa Ranuyoso, Rumah ibu Tuminah (Ketua Himpaudi Kecamatan Ranuyoso).

Pada kesempatan tersebut, Bunda PAUD berterima kasih kepada guru PAUD yang selama ini mendampingi anak-anak. Kedepan, anak anak inilah yang menjadi harapan masyarakat dan Pemkab Lumajang.

“Anak-anak mendapat titipan masa depan bangsa, apa yang menjadi harapan anak-anak menjadi kewajiban dan bagian yang tidak terpisahkan oleh lembaga, guru masyarakat, dan pemerintah itu,” tuturnya.

Sumber : PedomanIndonesia.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here